Contoh Narrative Text Fable Semut dan Belalang

Narrative Text Fable ~ Saat kita kecil, kita suka sekali tentang cerita tentang binatang atau cerita fable. Apalagi diceritakan pas kita ingin tidur. Hal itu yang Ayah lakukan setiap hari. Nah, salah satu cerita fabel yang masih saya ingat adalah tentang semut dan belalang. Cerita fable tersebut akan saja jadikan salah satu contoh narrative text cerita fable. Semoga bermanfaat. | AZ Bahasa Inggris

Narrative Text, What is Narrative Text, Contoh Narrative Text beserta Terjemahan, Narrative Text Adalah, Narrative Text Legend, Contoh Narrative Text Singkat Beserta Artinya, Contoh Narrative Text Singkat, Contoh Narrative Text Fable, Narrative Text Cinderella
az-bahasainggris.blogspot.com | Contoh Narrative Text Fable

The Ant and the Grasshopper

In the warm and sunny summer, a Grasshopper played its beloved violin while singing and dancing. That was what the grsshopper did almost every day. He did not think to do other activities such as working or preparing to collect winter supplies. Even, he did not know that the summer would end up soon. The cheerful summer season would change to winter, when the snow would come down with a very low temperature and food would hard to find.

When the grasshopper was playing its violin in a brach of a tree, he saw an ant passing with heavy burden in its back. The ant was moving a food, ten times of his weight, on his back to store it for winter supply. The grasshopper asked the ant to join him singing and playing.

"Hey, ant! Why don't you left the food and join me singing here. Let's enjoy this sunny day!." Asked the grasshopper.
"I'd like to but I'm sorry I have to move this food to my nest for winter supply. Why don't you do the same?". Replied the ant.
"Ahh, the winter is still far away. I can do the food-supply thing on the morrow." Said the grasshopper.

The ant continued moving its food. And came back to move other that time. He knew, winter was almost there. And he had to collect food as much as possible for the winter he did not know how long would it last. Yet, the grasshopper was still singing and playing its violin.

Unexpectedly the summer ended much faster than usual. Grasshoppers were panic. He did not have enough food for winter supply. And it was too late to collect the food since the storm started to growl. The grasshopper then went to the ant nest to ask for help.

"Hey, ant! Can you let me in. The winter do come sooner than what I expected. I haven't collect food supply yet. Would you mind share your food with me?" Asked the grasshopper.
"I'm sorry Grasshopper. I can't let you in. My nest is too narrow for you and my food supply is just enough for me and my familiy." Said the ant.
"Please, let me in, Ant. You are my best friend, aren't you?" Asked the grasshopper.
"I'm sorry I can't. If you just listen what I said to you earlier to hurry collect your winter supply, you wont suffer this winter." Said the ant.

Grasshopper finally left the ant nest with a sense of regret and sadness. In his heart he murmured, "If only I followed the ant's advice to collect the food and not playing and singing for all days, I will not suffer in this winter".

Moral of the story: Use your time as good as possible, because what happens tomorrow we never know.

BACA JUGA:
1. Penjelasan Narrative Text
2. Contoh Narrative Text Cerita Dongeng
3. Contoh Narrative Text Cerita Fable

Arti/Terjemahan:

Semut dan Belalang

Di musim panas yang hangat dan cerah, seekor Belalang memainkan biola kesayangannya saat bernyanyi dan menari. Itulah yang dilakukan hampir setiap hari. Dia tidak berpikir untuk melakukan aktivitas lain seperti bekerja atau bersiap mengumpulkan persediaan musim dingin. Bahkan, dia tidak tahu bahwa musim panas akan segera berakhir. Musim panas yang ceria akan berubah menjadi musim dingin, saat salju turun dengan suhu yang sangat rendah dan makanan akan sulit untuk ditemukan.

Ketika belalang memainkan biolanya di batang pohon, dia melihat seekor semut melintas dengan beban berat di punggungnya. Semut itu sedang memindahkan makanan, sepuluh kali beratnya, di punggungnya untuk menyimpannya untuk persediaan musim dingin. Belalang tersebut mengajak semut untuk ikut bernyanyi dan bermain.

"Hei, semut Mengapa kamu tidak meninggalkan makanan itu dan ikut bernyanyi disini. Mari kita nikmati hari yang cerah ini?" Ajak belalang.
"Saya ingin tapi maaf saya harus memindahkan makanan ini ke sarang saya untuk persediaan musim dingin. Mengapa kamu tidak melakukan hal yang sama?" Balas semut.
"Ahh, musim dingin masih jauh, saya bisa mengumpulkan persediaan makanan di keesokan hari." Kata belalang.

Semut terus memindahkan makanannya. Dan kembali lagi untuk memindahkan makanan lainnya. Dia tahu, musim dingin sudah hampir tiba. Dan dia harus mengumpulkan makanan sebanyak mungkin selama musim dingin yang dia tidak tahu berapa lama akan berlangsung. Namun, belalang itu masih bernyanyi dan memainkan biolanya.

Tanpa diduga musim panas berakhir lebih cepat dari biasanya. Belalang panik. Dia tidak memiliki cukup makanan untuk persediaan musim dingin. Dan sudah terlambat untuk mengumpulkan makanan ketika badai mulai menggeram. Belalang kemudian pergi ke sarang semut untuk meminta bantuan.

"Hei, semut, bolehkah kamu membiarkan saya masuk. Musim dingin datang lebih cepat dari yang saya kira, saya belum mengumpulkan persediaan makanan, maukah kamu berbagi makanan dengan saya?" Tanya belalang.
"Saya minta maaf Belalang, saya tidak bisa membiarkan kamu masuk. Sarang saya terlalu sempit untuk kamu dan persediaan makanan saya hanya cukup untuk saya dan keluarga saya." Kata semut.
"Kumohon, biarkan aku masuk, Semut, kau sahabatku bukan?" Tanya belalang.
"Maaf, saya tidak bisa. Jika kamu mendengarkan apa yang saya katakan sebelumnya untuk segera mengumpulkan persediaan musim dingin, kamu mungkin tidak akan menderita musim dingin ini." Kata semut

Belalang akhirnya meninggalkan sarang semut dengan rasa menyesal dan sedih. Di dalam hatinya ia bergumam, "Kalau saja aku mengikuti saran semut untuk mengumpulkan makanan dan tidak bermain dan bernyanyi sepanjang hari, aku tidak akan menderita di musim dingin ini".

Moral Cerita: Gunakan waktumu sebaik mungkin, karena apa yang terjadi dikemudian hari kita tidak pernah tahu.

Demikianlah salah satu contoh Narrative Text Fable beserta artinya, semoga contoh di atas bisa menambah pemahaman teman-teman sekalian tentang apa itu narrative text dan generic structurenya. Apabila contoh di atas terdapat kesalahan, mohon kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan blog ini. Terima kasih.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

2 Responses to "Contoh Narrative Text Fable Semut dan Belalang"